Tahukah kamu jujur itu apa?
Jujur adalah kesesuaian antara apa yang kita ucapkan dengan apa yang kita kerjakan atau sesuai dengan kenyataan
Sering orang mengeluhkan tentang jujur. Karena pada zaman ini sulit sekali untuk menemukan orang yang jujur,padahal jujur adalah suatu tuntutan bagi kita.Seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Rasuullah selalu bertindak jujur dalam setiap perilakunya. Beliau selalu berkata sesuai dengan kenyataan dan bertindak sesuai dengan kenyataan. Bahkan orang Barat pun mengakui kujujuran beliau.
Pada masa kecilnya beliau mendapat julukan “Al-Amien” yang artinya “Orang yang terpercaya”. Beliau mendapat julukan itu dari orang-orang Quraisy yang kelak mereka akan menjadi musuh beliau yang sangat membenci beliau dan apa yang beliau sampaikan yaitu ajaran Islam.
Kita selaku umat Muslim harus selalu bersikap jujur dalam semua ucapan kita maupun perbuatan kita, sebagaimana apa yang ada di dalam hadits yang artinya: “katakanlah kebenaran walaupaun itu pahit”.
Kebalikan dari jujur adalah bohong berarti bohong itu adalah ketidaksesuaian antara apa yang kita katakan dengan apa yang kita perbuat atau sesuai dengan kenyataan. Bohong adalah sifat yang tidak baik karena dapat merugikan, baik bagi diri kita sendiri maupun bagi orng lain. Sebagaimana dalam hadits yang artinya: “Jauhilah oleh kamu dusta karena itu sama saja dengan kecurangan dan keduanya itu ada dalam neraka”. Jika kita tidak ingin masuk neraka maka hindarilah sifat bohong.
Contoh: Ketika guru kita sedang menerangkan suatu pelajaran, setelah selesai guru kita berkata: “Apa kalianĀ mengerti apa yang tadi telah dijelaskan?” kita menjawab: “Yaa”. Padahal kita sama sekali tidak mengerti dengan apa yang tadi dijelaskan oleh guru kita. Bukankah yang tadi itu sangat merugikan kita, karena kita tidak akan mendapatkan penjelasan lagi tentang pelajaran itu dari guru kita.
Contoh di atas menunjukan bahwa bohaong itu adalah sifat yang merugikan, oleh karena itu jauhilah sifat bohong. Kit6a harus menanamkan sifat jujur ini dari sejak kecil dan membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari,seperti:
1. Menepati janji
Ketika kita membuat janji hendaklah kita mengucapakan “Insya Allah” karena kita belum tentu dapat menepati janji itu. Ketika kita tidak menepati janji itu dengan se4ngaja maka kita tidak akan dipercaya lagi oleh teman kita.
2. Bercerita
Cara bercerita adalah cara yang baik untuk mendidik adik kita atau yang lebih kecil dari kita, karena dapat menumbuhkan daya imajinasi pada adik kita. Ketika kita bercerita, sebaiknya kita menceritakan cerita yang nyata . Karena ketika kita tidak menceritakan yang sebenarnya baik pengalaman pribadi maupun cerita-cerita para Nabi atau para tokoh ketika adik kita mengetahui bahwa cerita itu bohong maka adik kita tidak akan lagi perceya pada kita dan tidak mau lagi mendengar apa yang kita ucapkan.
3. Pinjam-meminjam
Ketika kita meminjam sesuatu pada orang lain kita harus mengembalikannya dalam keadaan utuh. Karena jika kita tidak mengembalikannya dalam keadaan utuh orang tidak akan percaya lagi pada kita dan tidak akan mau lagi meminjamkan barangnya pada kita.
Bohong merupakan sifat inti dari orang munafik sebagaimana yang terdapat dalam hadits, yaitu:
1. Apabila ia berkata ia bohang
2. Apabila ia berjanji ia ingkari
3. Apabila ia diberi amanat ia Khianat
Bukankah semua sifat itu adalah sebagian dari sifat bohong. Oleh karena itu jauhilah sifat bohong karena itu sifat yang merugikan.
Sebagai umat Rasulullah kita sebaiknya mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah karena beliau memiliki sifat yang layak untuk kita ikuti. Sebagaimana dalam Al-Qur an, Allah berfirman dalam surat Al-Ahzab :21 yang artinya: “Sungguh telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu ……”. Oleh karena itu kita sebagai umatnya mengikuti apa yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Bahkan orang Barat pun mengakui beliau sebagai orang yang paling berpengaruh di dunia dan menempatkannya dalan urutan pertama.